Minggu, 22 Mei 2011

Teori Penulisan Bahasa Iklan

Teori Penulisan Bahasa Iklan


Kata iklan (advertising) berasal dari bahasa Yunani, yang artinya adalah menggiring orang pada gagasan. Adapun pengertian iklan secara komprehensif adalah semua bentuk aktivitas untuk menghadirkan dan mempromosikan ide, barang, atau jasa secara nonpersonal yang dibayar oleh sponsor tertentu.
Secara umum, iklan berwujud penyajian informasi nonpersonal tentang suatu produk, merek, perusahaan, atau took yang dijalankan dengan konpensasi biaya tertentu. Dengan demikian, iklan merupakan suatu proses komunikasi yang bertujuan untuk membujuk dan menggiring orang untuk menganbil tindakan yang menguntungkan bagi pihak pembuat iklan.
Iklan yang memiliki daya tarik termasuk iklan yang berguna untuk memancing tanggapan (respons) dari konsumen. Supaya berdaya tarik maka materi iklan diterjemahkan dalam eksekusi iklan. Dalam hal ini, kategori yang dipakai rasional dan emosional, atau kombinasi keduanya.

Sebuah produk atau jasa wajib memposisikan diri untuk menempatkan citra produk atau jasa ke dalam benak konsumen. Untuk itu, hal-hal spesifik yang perlu mendapatkan perhatian, antara lain, atribut, harga, kualitas, penggunaan, persepsi pemakai, dan kategori produk. Yang tak kalah pentingnya adalah mencari dan menempatkan posisi khusus dalam pikiran konsumen.
Bahasa dalam iklan dituntut untuk mampu menggugah, manarik, mengidentifikasi, manggalang kebersamaan, dan mengkomunikasikan pesan dengan koperatif kepada khalayak (Stan Rapp & Tom Collins, 1995: 152).
Dengan demikian, struktur kata dalam penulisan iklan adalah:
1. Menggugah : mencermati kebutuhan konsumen, memberikan solusi, dan memberikan perhatian.
2. Informatif : kata-katanya harus jelas, besahabat, komunikatif, dan tidak bertele-tele apalagi sampai mengabaikan durasi penayangan.
3. Persuasif : rangkaian kalimatnya membuat target audience nyaman, senang, tentran, dan menghibur.
4. Bertenaga gerak : komposisi kata-katanya menghargai waktu selama masa penawaran/masa promosi berlangsung.
Untuk menyampaikan gagasan pikiran tersebut dalam suatu bahasa, seorang penulis iklan harus mengetahui aturan-bahasa tersebut, seperti tata bahasa, kaidah-kaidahnya, idiom-idiomnya, nuansa atau konotasi sebuah kata, dan sebagainya. Syarat ini adalah syarat yang mutlak.
Gaya bahasa dan jenis kata dalam iklan yang dibuat untuk surat kabar tentu berbeda dengan iklan yang dibuat untuk ditayangkan di radio atau televisi. Sebab surat kabarmemeningkan mata dan dapat diamati orang dengan lama. Semenrata radio mementingkan telinga dan televise memeningkan mata dan telinga. Kedua yang terakhir ini bersifat sekelebat.
Selain itu, bahasa yang dipakai dalam pembuatan iklan harus mampu mengarahkan target audience untuk membeli, menggunakan, atau beralih ke produk jasa yang diiklankan. Tentu saja, perlu juga diperhatikan apakah produk yang diiklankan baru ataukah sudah lama. Gaya dan jenis bahasa yang dipakai pun harus sesuai dengan target audience.
Dalam kaitan dengan kebahasaan, ternyata ada dua jenis bahasa yang harus dibedakan. Kedua jenis bahasa itu berkaitan dengan bahasa normatif dan bahasa deskriptif. Kedua jenis bahasa ini ternyata juga memiliki serbaneka laras bahasa komunikasi. Oleh karena itu, serbaneka laras bahasa komunikasi perlu mendapat perhatian, seperti laras jurnalistik, laras SMS (surat-menyurat singkat, seperti EGP: emang gue pikirin, KDL: kesian deh lo, BKT: bau ketek, dan !@*?(^^|$: bingung), laras iklan (aku dan kau suka dancow), laras prokem dan gaul (nyokap, bokap, dugem).
Di samping laras bahasa yang wajib mendapat perhatian, ada pedoman kebahasaan yang digunakan untuk bahasa iklan, seperti:
1. gampang dipahami konsumen;
2. sederhana bahasanya dan jernih pengutaraannya;
3. tanpa kalimat majemuk;
4. kalimatnya aktif, bukan kalimat pasif;
5. padat dan kuat bahasanya;
6. positif bahasanya, bukan bahasa negative;
Untuk menulis naskah dengan menggunakan bahasa Indonesia, mereka harus menguasai EYD. Agar maknanya dapat ditangkap oleg target audience. Bahasa mesti menyimpan makna ketika kita ungkapkan pada orang lain, agar mereka memahami apa yang kita ungkapkan tersebut. Bahasa yang informatif, menerangkan 5W+1H secara jelas dan singkat sesuai dengan hal yang akan di-iklankan nanti.
Pada umumnya bahasa iklan memiliki prinsip sebagai berikut :
1. Iklan isi pernyataannya jujur, bertanggung jawab dan tidak bertentangan dengan hukum yang berlaku.
2. Iklan isi pernyataannya jauh dari unsure menyinggung perasaan dan merendahkan martabat negara,agama, susila, adat, budaya, suku dan golongan.
3. Iklan isi pernyataannya menjiwai asas persaingan yang sehat.

http://johnherf.wordpress.com/2008/04/16/bahasa-iklan-komunisuasif/
http://kuliahkomunikasi.blogspot.com/2008/03/belajar-iklan-bahasa-dalam-iklan.html
http://rhany333.wordpress.com/2010/03/10/iklan-bahasa-iklan-dan-bahasa-komunikasi/
http://tipspenulisanbahasaiklan.blogspot.com/



Writing Advertisement Language Theory

Advertisement comes from Greek which means leading people on an idea. Comprehensive meaning of advertisement is all activities to present and promoting idea, things, or nonperson service that paid by sponsor.
Generally, advertisement is the existence of information presentation nonperson about a product, brand, company, or shop that running by certain paid compensation. Thus, advertisement is a communication process that aims to persuade and leading people to take benefit actions to advertisement maker.
Attractive advertisement is useful advertisement to attract consumer’s response. To be a power full so the material of advertising translated into advertisement execution. In this case, the categories used by rational and emotional, or a combination of both.
A product or service must promote to get product or service image into consumer mind. So that, specific things that need attention there are attribute, price, quality, use, usage and product category. The important things are search and put special position into consumers mind.
In advertising language to be able to arouse, attract, identify, gather together and communicate the massage to cooperative to audience (Stan Rapp & Tom Collins, 1995: 162).
Thus, the structures of advertising writing are:
1. Evocative : Looking at consumer needs, give solutions, and give attention.
2. Informative : The words must be clear, friendly, communicative, long-time and ignore the duration.
3. Persuasive : The sentence can make audience comfortable, happy, peaceful and entertaining.
4. Powerful Motion : the sentence must appreciate time during the bidding or the promotion period.
To present the idea into languages, a advertising writer must know about the language-rule, such as grammar, rules, idioms, nuance or connotations of words etc. this requirement is a must.
Language style and kind in advertising that made for newspaper absolutely different with the advertising that made for present o radio or TV. Because newspaper only pay attention on eyes and people can enjoy for long time. Meanwhile radio only pay attention on ear and television pay attention on eyes and ear. Both the letter is blurring.
In relation with languages, there are two kinds of language that must be different. Both of the languages are related with normative language and descriptive language. Both of these languages also have miscellaneous barrel communication language. Because of that, miscellaneous barrel communication language must has attention, such as journalistic barrel, text barrel (brief correspondence, like EGP: emang gue pikirin, KDL: kasian deh lo, BKT: bau ketek, and !@*?(^^$: cofused), advertising barrel (aku dank au suka dancow), jargon barrel and slang (nyokap, bokap, dugem).
Besides language barrel that must get attention, there are guidelines that are used in advertising languages, like:
1. Easily understand by the consumer;
2. Simple language and clear pronunciations;
3. Without compound sentence;
4. Active sentence, not passive sentence;
5. Solid and strong language;
6. Positive language, not negative language;
In writing the manuscript by using Indonesian language, they must be able in EYD. It’s easy for the audience to get the meaning. Language must have meaning when it expressed to another people, so that they can understands what we’ve told. Informative language, explain 5W+1H clearly and short, according with the things that will be advertized.
Generally, advertising language has principles, like:
1. Advertisement including a hones question, responsibility and contradicted with applicable law.
2. The question of advertisement not offend and degrading state, religion, moral, tradition, cultural ethnic and class.
3. Advertisement contents good statement of fair competition.
http://johnherf.wordpress.com/2008/04/16/bahasa-iklan-komunisuasif/
http://kuliahkomunikasi.blogspot.com/2008/03/belajar-iklan-bahasa-dalam-iklan.html
http://rhany333.wordpress.com/2010/03/10/iklan-bahasa-iklan-dan-bahasa-komunikasi/
http://tipspenulisanbahasaiklan.blogspot.com/

Rabu, 06 April 2011

memori 02 Desember

Saat ini pukul 22:00 WIB. Aku duduk menghadap laptopku. Seperti biasa mengerjakan tugas-tugas kampusku yang menggunung.
Sejenak ku alihkan pandangan ke luar jendela kamarku. Melepas sisa-sisa kepenatan hari ini. Berjalan menuju teras, nikmati wajah Jakarta di malam hari yang penuh warna-warni lampu-lampu. Ditemani segelas cokelat panas.
Hhmmm… indah juga malam ini, walaupun hanya dengan sedikit bintang batinku.

Tulalat Tulilit Tululut…
“kamu di mana?? Aku tungguin daritadi gak sampai-sampai. Lama banget.” Kataku di saluran telepon.
“iya ini juga udah mau sampai. Sabar ya sayang…” jawab seseorang di seberang sana.
“ya udah cepetan y ‘ndut. Love you.” Kataku.
“iya sayang. Love you too beib.” Telepon pun terputus.
 Biippp..

“Surprise… happy birthday sweetie.” Katanya sambil memberikan sebuah kue tart cokelat padaku.
“ciyyeee… ciyyeee…romantis banget siii.. bikin ngiri.” begitu kata teman-temanku yang melihatnya. Dan aku hanya bisa senyum-senyum tanpa tau harus melakukan apa saat itu.
Mati gaya. Pikirku saat itu..
Api di atas lilin yang berjulah duapuluh buah menari-nari di terpa angin. Memintaku untuk segera meniupnya. Ku pejamkan mata sejenak untuk make a wish. Dalam sekali tarikan napas ku tiup lilin-lilin itu. Hhuuffff… Lalu api pun padam.
Prokk… prokk… prokk…
“potong kuehnya… potong kuehnya…” kata salah seorang temanku semangat. Aku pun mulai memotong kuenya. Dan potongan pertama kuberikan padanya.
Muachh.. muachh.. muachh.. tiga kecupannya mendarat manis di kening dan kedua pipiku.
Lalu terdengar gelak tawa karena wajahku memerah. Setelah itu menyusul sebuket mawar putih dan sebuah kado. Ahh.. murah hati sekali pacarku ini.. Batinku. Setelah kubuka sepasang sepatu menyembul keluar.
“suka??” tanyanya. Tanpa ragu ku anggukkan kepalaku penuh keyakinan. Lalu ku peluk ia sebagai tanda terima kasih.
Setelah itu kami pun memutuskan untuk menghabiskan malam di hari ulang tahunku bersama-sama. Kami makan di sebuah café sederhana yang di dalamnya ada live musicnya. Kami mengobrol banyak mengenai berbagai hal sambil menikmati lantunan-lantunan lagu yang dimainkan oleh band.
Kebanyakan lagu-lagu yang dimainkan bertema cinta. Seperti lagu-lagu kepunyaan Yovie n Nuno, Sandy Shondoro, Michael Bubble dan lagu-lagu romantic lainnya. Tak lupa kami me-request lagu kebangsaan kami berdua. I Don’t Wanna Miss a Think milik Aerosmith. Dan bernyanyi bersama.
Batepa sempurnanya malamku…

Aahhh...
Hari ini 2 Desember 2010 dan usiaku tepat 21 tahun. Manghabiskan malam di hari ulang tahunku, berkutat dengan tugas-tugas kampus yang membuatku semaput. Seorang diri dan hanya ditemani oleh segelas coklelat yang kini tak lagi hangat. Tanpa seorang kekasih dan tanpa lagu-lagu romantis yang dimainkan sebuah band.
Ku tutup laptopku dan mulai beranjak ke kasur. Kurebahkan badan lalu aku berkata…
“biarkan aku memutar kebersamaan kita di hari yang sama malam ini. Biarkan aku mengenang tentangmu. Dan biarkan aku memimpikan kebahagiaan kita di malam itu.”
Tak lupa ku panjatkan sebait doa agar yang di sana selalu dalam keadaan baik. Dan bila Kau berhendak tolong Tuhan persatukan kami kembali. Namun jika ia tidak baik untukku maka buanglah semua harapan serta semua rasa yang pernah ada.
Tak lama mataku pun terpejam karena lelah. Namun sebelumnya ku ucapkan kata-kata yang biasa ku ucapkan padanya sebelum berangkat ke alam mimpi.

Selamat Malam Kasih.
Aku Mencintai Mu.

iklan pemantasan teater

Selasa, 29 Maret 2011

Teori Penulisan Bahasa Iklan


Kata iklan (advertising) berasal dari bahasa Yunani, yang artinya adalah menggiring orang pada gagasan. Adapun pengertian iklan secara komprehensif adalah semua bentuk aktivitas untuk menghadirkan dan mempromosikan ide, barang, atau jasa secara nonpersonal yang dibayar oleh sponsor tertentu.
Secara umum, iklan berwujud penyajian informasi nonpersonal tentang suatu produk, merek, perusahaan, atau took yang dijalankan dengan konpensasi biaya tertentu. Dengan demikian, iklan merupakan suatu proses komunikasi yang bertujuan untuk membujuk dan menggiring orang untuk menganbil tindakan yang menguntungkan bagi pihak pembuat iklan.
Iklan yang memiliki daya tarik termasuk iklan yang berguna untuk memancing tanggapan (respons) dari konsumen. Supaya berdaya tarik maka materi iklan diterjemahkan dalam eksekusi iklan. Dalam hal ini, kategori yang dipakai rasional dan emosional, atau kombinasi keduanya.

Sebuah produk atau jasa wajib memposisikan diri untuk menempatkan citra produk atau jasa ke dalam benak konsumen. Untuk itu, hal-hal spesifik yang perlu mendapatkan perhatian, antara lain, atribut, harga, kualitas, penggunaan, persepsi pemakai, dan kategori produk. Yang tak kalah pentingnya adalah mencari dan menempatkan posisi khusus dalam pikiran konsumen.
Bahasa dalam iklan dituntut untuk mampu menggugah, manarik, mengidentifikasi, manggalang kebersamaan, dan mengkomunikasikan pesan dengan koperatif kepada khalayak (Stan Rapp & Tom Collins, 1995: 152).
Dengan demikian, struktur kata dalam penulisan iklan adalah:
1. Menggugah : mencermati kebutuhan konsumen, memberikan solusi, dan memberikan perhatian.
2. Informatif : kata-katanya harus jelas, besahabat, komunikatif, dan tidak bertele-tele apalagi sampai mengabaikan durasi penayangan.
3. Persuasif : rangkaian kalimatnya membuat target audience nyaman, senang, tentran, dan menghibur.
4. Bertenaga gerak : komposisi kata-katanya menghargai waktu selama masa penawaran/masa promosi berlangsung.
Untuk menyampaikan gagasan pikiran tersebut dalam suatu bahasa, seorang penulis iklan harus mengetahui aturan-bahasa tersebut, seperti tata bahasa, kaidah-kaidahnya, idiom-idiomnya, nuansa atau konotasi sebuah kata, dan sebagainya. Syarat ini adalah syarat yang mutlak.
Gaya bahasa dan jenis kata dalam iklan yang dibuat untuk surat kabar tentu berbeda dengan iklan yang dibuat untuk ditayangkan di radio atau televisi. Sebab surat kabarmemeningkan mata dan dapat diamati orang dengan lama. Semenrata radio mementingkan telinga dan televise memeningkan mata dan telinga. Kedua yang terakhir ini bersifat sekelebat.
Selain itu, bahasa yang dipakai dalam pembuatan iklan harus mampu mengarahkan target audience untuk membeli, menggunakan, atau beralih ke produk jasa yang diiklankan. Tentu saja, perlu juga diperhatikan apakah produk yang diiklankan baru ataukah sudah lama. Gaya dan jenis bahasa yang dipakai pun harus sesuai dengan target audience.
Dalam kaitan dengan kebahasaan, ternyata ada dua jenis bahasa yang harus dibedakan. Kedua jenis bahasa itu berkaitan dengan bahasa normatif dan bahasa deskriptif. Kedua jenis bahasa ini ternyata juga memiliki serbaneka laras bahasa komunikasi. Oleh karena itu, serbaneka laras bahasa komunikasi perlu mendapat perhatian, seperti laras jurnalistik, laras SMS (surat-menyurat singkat, seperti EGP: emang gue pikirin, KDL: kesian deh lo, BKT: bau ketek, dan !@*?(^^|$: bingung), laras iklan (aku dan kau suka dancow), laras prokem dan gaul (nyokap, bokap, dugem).
Di samping laras bahasa yang wajib mendapat perhatian, ada pedoman kebahasaan yang digunakan untuk bahasa iklan, seperti:
1. gampang dipahami konsumen;
2. sederhana bahasanya dan jernih pengutaraannya;
3. tanpa kalimat majemuk;
4. kalimatnya aktif, bukan kalimat pasif;
5. padat dan kuat bahasanya;
6. positif bahasanya, bukan bahasa negative;
Untuk menulis naskah dengan menggunakan bahasa Indonesia, mereka harus menguasai EYD. Agar maknanya dapat ditangkap oleg target audience. Bahasa mesti menyimpan makna ketika kita ungkapkan pada orang lain, agar mereka memahami apa yang kita ungkapkan tersebut. Bahasa yang informatif, menerangkan 5W+1H secara jelas dan singkat sesuai dengan hal yang akan di-iklankan nanti.
Pada umumnya bahasa iklan memiliki prinsip sebagai berikut :
1. Iklan isi pernyataannya jujur, bertanggung jawab dan tidak bertentangan dengan hukum yang berlaku.
2. Iklan isi pernyataannya jauh dari unsure menyinggung perasaan dan merendahkan martabat negara,agama, susila, adat, budaya, suku dan golongan.
3. Iklan isi pernyataannya menjiwai asas persaingan yang sehat.


http://johnherf.wordpress.com/2008/04/16/bahasa-iklan-komunisuasif/
http://kuliahkomunikasi.blogspot.com/2008/03/belajar-iklan-bahasa-dalam-iklan.html
http://rhany333.wordpress.com/2010/03/10/iklan-bahasa-iklan-dan-bahasa-komunikasi/
http://tipspenulisanbahasaiklan.blogspot.com/

Kamis, 06 Januari 2011

Tugas 10 Puisi

Nama : Mega Pratiwi
NPM : 10607073
Kelas : 04 SA 02



Makna Sebuah Kebebasan


Percayalah…
Bahwa kebebasan
Bukanlah semata-mata sebuah kesempatan
Untuk melalukan sesuata dengan semaunya
Juga bukan semata-mata kesempatan
Untuk memilih antara pilihan-pilihan yang ada

Kebebasan adalah di atas segala-galanya
Sebuan peluang
Untuk menentukan pilihan
Diantara kemungkinan yang tersedia
Mempertahankannya
Dan kemudian membuka peluang
Untuk memilih






Rindu


Sang malam telah datang
Rembulan pun mulai beranjak naik ke peraduan
Memperlihatkan keanggunnan sinarnya
Bintang-bintang mengerlip genit

Bagai angin…
Dirimu menyejukkan jiwa yang gerah
Layaknya air…
Kau redakan dahaga yang haus akan kasih
Dan kehadiranmu begitu di nanti

Ku rajut rindu dalam penantian
Menyulam harapan dengan angan
Menggapai mimpi dalam kesetiaan

Ingin ku rengkuh kau di bawah cahaya bintang-bintang
Bermandikan sinar sang penguasa malam
Untuk malam ini
Dan selamanya…







I Used To…


Miss . . .
Is losing someone you have never had realizing
Loneliness is typical

Happy . . .
Is loughing at your sorrow
Giggling while bleeding
Killing your sense of caring

Love . . .
Is feeling of hatred when you’re mad
Agony while they fled
Twisted emotions that never was

Sad . . .
Is living the life
Breathing the air
As we used to be
As I used to have







Janji Usang

Sepenggal keangkuhan sirna
Waktu menggebu mengejar anganku
Mengusap janji penuh debu nan usang
Lewati seribu nestapa menerpa
Goyangkan raga..
Yang kutopang ribuan masa

Sayatannya mengiris sembilu tanpa iba
Biarpun aku jatuh
Kau diam, acuh bagai pecundang
Menggaung…
Mengisyaratkan lelahmu
Tanpa kau bawa, aku berlari… berlari…
Walaupun tertatih












Love


Love is not about “it’s your fault…”
But love is about “I’m sorry…”
Love is not about “Where are you?”
But love is about “I’m here…”
Love is not about “how could you?”
But love is about “I understand…”
And love is not about “I wish you were…”
But love is about “I’m thanks full you are”


















Dalam Lamunan Kerinduan


Aku adalah pagi dan engkau malam ku
Begitu jauh jarak memisahkan
Dan hanya bertemu dengan senja mu

Aku adalah bulan dan engkau matahari ku
Terang ku karena adanya cahaya mu
Yang terus kau pancarkan
Tak henti kau curahkan

Bintang yang menjadi jembatan sinar mu kepada ku
Penghubung rasa ku
Saat aku merindu mu
Sayang ku…













Arah mata angin


Di setiap langkah
Teriring dentuman jam yang berdetak
Mangisyaratkan tentang berjalannya waktu
Yang tanpa henti

Saat mata sudah tak mapu lagi melihat dengan benar
Saat hati tertutup dengan kebimbangan untuk memilih..
Coba sejenak hentikan langkah yang begitu tegap
Dan mulai menarik nafas panjang secara perlahan

Di saat itulah kita akan menemukan arah mata angin
Yang dapat membawa kita melihat kembali dengan benar
Dan hati…
Dapat menghapus semua kebimbangan yang ada












Kesendirian


Kesendirian itu lebih menyenangkan
Dari pada harus hidup dengan kebohongan
Dan ketidak pastian

Wahai engkau yang dulu aku sayang…
Mengapa engkau hancurkan semua harapan yang tertuju padamu??
Apa kini kau bahagia setelah melihatku hancur??
Apa kau puas setelah melihatku jatuh??
Dan kini aku kecewa padamu

Kusadari kini kutak lain dan tak bukan
Hanyalah menjadi sampah yang kau buang
Setelah kau kuras habis isi yang terdapat di dalamnya

Lebih baik aku sendiri dan tak pernah mengenal apa itu cinta
Kalau pada akhirnya kau buat aku menderita dengan semua ini
Aku ingin pergi dan tak pernah kembali
Agar ku lupakan semua yang telah terjadi








Yang tak tergapai


Ingin ku buang jauh rasa ini
Yang datang dalam diam
Dan tanpa permisi
Agar tak terinjak dan lukai hati
Namun
Indahnya membuatku lemah
Dan hanhya terpaku akannya
Tuhan…
Mengapa kau beriku keinginan
Yang tak pernah dapat ku gapai??
















Doa

Tuhan…
Bila boleh ku meminta
Ku ingin hati yang setia
Dalam merajut suka duka bersama

Tuhan…
Bila boleh ku memberi
Ingin ku beri padanya
Sebuah jiwa dan cinta
Agar setia dan cinta
Dapat bersatu selamanya

pilihan yang manis

Pilihan Yang Manis…

Dalam hidup kita sering kali dihadapkan dengan berbagai macam pilihan. Tak jarang pilihan yang harus kita ambil mengharuskan kita untuk mengorbankan hal-hal penting yang kita miliki dalam hidup. Seperti sahabat, masa depan dan orang-orang yang kita cintai. Dan pilihan hidup puh akhirnya datang manghampiriku. Memintaku untuk memilih antara kebebasan dan cinta.

Semuanya berawal dari sebuah hubungan yang telah terbina selama tiga tahun. Awalnya semua berjalan baik. Namun satu persatu masalah mulai bermunculan. Mulai dari hubungan yang kurang mendapat dukungan dari orang-orang terdekat, terlalu posesif sampai pada kebiasaanya yang suka bertindak sesukanya.
Aku merasa semakin lama aku bersamanya semakin banyak kebebasanku yang akan hilang. Karena aku selalu dibatasi untuk melakukan hal-hal yang aku suka. Termasuk hobi dan kegiatanku yang sering kulakukan jauh sebelum bertemu dengannya.
Mungkin kata-kata “.... demi cinta orang rela mengorbankan kebebasannya” tidak berlaku bagiku. Karena aku memilih untuk mengakhiri semua itu. Awalnya memang berat, namun itulah pilihan yang harus ku ambil dan aku berjanji untuk tidak menyesalinya di kemudian hari.
Dan kata-kata “Manusia di lahirkan untuk bebas” benar-benar melekat di kepalaku. Bagiku kebebasan itu memang mahal harganya. Karena aku harus menukar seseorang yang sangat berarti bagiku untuk mendapatkan kebebasan yang dulunya aku miliki dan ingin kudapatkan kembali.
Hari-hari berikutnya kuisi dengan berbagai macam kegiatan yang sebelumnya tidak dapat kulakukan. Seperti meneruskan hobi lamaku dan melakukan perjalanan ke tempat-tempat yang belum pernah ku kunjungi sebelumnya. Semua itu membuatku seperti hidup kembali.
Aku juga menghabiskan waktuku bersama orang-orang tercinta seperti keluarga serta sahabat. Aku manghabiskan lebih banyak waktuku bersama mereka untuk bercerita atau sekedar bersantai-santai ria. Aku sangat menikmati saat-saat kebersamaan itu.
Mereka selalu berkata padaku bahwa aku pasti akan mendapatkan yang lebih baik dan yang terbaik dalam hidupku. Dan aku percaya itu.
Buatku keluarga dan sahabat adalah anugerah. Karena tanpa meraka aku bukanlah siapa-siapa dan bukan apa-apa. Mereka adalah orang pertama yang memeberiku selamat serta pelukan hangat ketika aku berhasil dan mereka pulalah yang pertama menegurku saat aku berbuat salah. Aku sangat bersyukur memiliki mereka semua. Terima kasih Tuhan telah memberikanku orang-orang terbaikMu seperti mereka…

Kebebasan tidak semata-mata sebuah kesempatan untuk melakukan sesuatu semaunya. Juga bukan suatu kesempatan untuk memilih antara pilihan yang ada. Kebebasan adalah diatas segala-galanya, sebuah peluang untuk menentukan pilihan diantara kemungkinan yang tersedia, mempertahankannya, dan kemudian membuka peluang untuk memilih.

Aku memang bukan seorang penulis tapi aku senang mencurahkan isi pikiran dan hatiku ke dalam tulisan. Dan alunan lagu Maliq & D’Essential menemaniku selama aku menuangkan semua yang aku rasakan dalam sebuah tulisan.
Dia…
Seperti apa yang aku inginkan…
Aku impikan…
Dia…
Melihatku apa adanya…
Seakan ku sempurna…

Tulilit… tulilit… tulilit… Sayup-sayup Hpku berdering. Suaranya saling bersautan dengan alunan lagu yang sedang dimainkan.
1 Message..
 Aku adalah pagi dan engkau malam ku
Begitu jauh jarak memisahkan
Dan hanya bertemu dengan senja mu
Aku adalah bulan dan engkau matahari ku
Terang ku karena adanya cahaya mu
Yang terus kau pancarkan tak henti kau curahkan
Bintang yang menjadi jembatan sinar mu kepada ku
Penghubung rasa ku
Saat aku merindu mu Sayang ku…

Miss u mbeb. ^o^
Replay…
 So sweet... >o<
Miss u too mbeb.
Massage sent to My Rechan.
Seulas senyum simpul pun terkembang di bibirku saat ku tekan tombol send di Hpku.. =)

Tembang lawas Chrisye mengalun begitu manis menemaniku ber-sms ria. Membayangkan pertemuan yang akan terjadi saat ia kembali dari Bandung…
Semua kata rindu mu semakin membuatku…
Tak berdaya…
Menahan rasa ingin jumpa…
Percayalah padaku aku pun rindu kamu…
Ku akan pulang…
Melepas semua kerinduan…
Yang terpendam…



* * * * *

Jumat, 04 Juni 2010

HOW TO TEACH SPEAKING AND LISTENING

HOW TO TEACH READING AND LISTENING

We can use Communicative Language Learning to teach speaking to the students. The teacher uses target language all the time in the class and also the students.
The teacher can use some games like guess the pictures. Teacher or one student go to in front of the class to explain about the picture and the other students guess what or who is the student or teacher talking about.
Students can learn about how to show their idea and what are their thinking by using target language.

We can use Audio Lingual Method to teach listening to students. Teacher only use target language in the class. teacher can use some techniques such as sing a song. The teacher play the song first and let the students listen it. And then play again and tell the students to repeat the song together.